Profesi programmer banyak didominasi kaum Cowok, tapi jangan mengganggap
remeh kemampuan cewek sebagai seorang Programmer (software developer
cewek).
Para cewek-cewek berikut ini tak hanya hebat menjalankan rumus coding komputer, malahan
bahkan menempati posisi penting bidang IT di perusahaan teknologi.
Dengan label seorang programmer, tentu saja kepintaran mereka tak perlu diragukan lagi. Wajahnya yang cantik dan seksi, melengkapi mereka untuk bercoding menjadi seorang Programmer Cewek yang Hebat.
Dia tak hanya Cantik, Seksi, Anggun, tapi juga Hebat. Siapa sajakah Programmer Cantik itu?
1. Amanda Wixted.
1. Amanda Wixted.
Tak hanya Cantik dengan kacatamanya, Amanda
bukanlan programmer sembarangan, karena dia adalah salah satu dari 75
karyawan pertama di Zynga. Di perusahaan mobile game besar itulah dia
mengerjakan aplikasi mobile.
Selepas di Zynga, dia menjadi salah satu konsultan di Instagram. Lebih lengkap mengenai programmer cantik ini, follow di twitternya @commanda
2. Leah Culver.
Selepas di Zynga, dia menjadi salah satu konsultan di Instagram. Lebih lengkap mengenai programmer cantik ini, follow di twitternya @commanda
2. Leah Culver.
Leah Culver lulus dari jurusan ilmu komputer
University of Minnesota pada tahun 2006. Programmer berparas cantik yang
baru berusia 29 tahun ini cukup berpengaruh dan pernah masuk di dalam
daftar Most Influential Women in Web 2.0 dari majalah teknologi Fast
Company.
Pada tahun 2007, dia menjadi pendiri dan developer utama situs
mikroblogging Pownce yang kemudian diakuisisi oleh perusahaan bernama
Six Apart. Lalu, mendirikan lagi sebuah layanan online bernama Convore
yang berfokus pada chatting real time. Lebih lengkap mengenai programmer
cantik ini, follow di twitternya @leahculver
3. Corrine Yu.
Programmer hebat Cewek ini berketurunan China, memegang
posisi penting di salah satu vendor software terbesar di dunia,
Microsoft. Corrine Yu adalah Principal Engine Architecht di Halo, salah
satu video game paling populer di Xbox. Dia terlibat dalam pengembangan
fitur baru di versi terbaru game Halo. Corrine Yu adalah wanita pertama
yang menjabat sebagai Technical Lead di Microsoft Game Studios dan
termasuk pendiri Microsoft's Direct 3D Advisory Board. Pada tahun 2010,
dia termasuk dalam daftar 10 wanita paling berpengaruh di dunia game
oleh media teknologi dunia. Follow twitter nya @Corrinne
Sarah telah dua tahun bekerja di Twitter dalam bidang
pengembangan software. Akhir-akhir ini, Sarah bertanggungjawab dalam
pengembangan aplikasi Twitter for Android. Sebelumnya, perempuan
berdarah Pakistan ini juga pernah magang di Google. Latar belakang
pendidikannya memang kental dengan dunia pemrograman. Sarah yang
berkebangsaan Kanada ini lulus dari University of Waterloo dengan
jurusan Software Engineering and Cognitive Science. Foolow Sarah Haider
di twitternya @sarahhaterr
Paras Jade Raymond memang ayu. Dia kabarnya adalah wanita
blasteran Australia, China, dan Kanada. Siapa sangka Jade yang berusia
36 tahun ini adalah Managing Director di perusahaan game tenar Ubisoft.
Wanita
asal Kanada ini menjadi produser game populer semacam The Sims Online
sampai Assasin's Creed. Penampilannya yang menawan membuatnya memiliki
banyak fans. Jade lulus dari McGill University jurusan ilmu komputer.
Dia pernah bekerja di Sony sebelum ke Ubisoft. Follow twitter Jade
Raymond programmer cantik ini @ibjade
6. Sara Chipps.
Dia pun mendirikan perusahaan dan website bernama Girl
Develop It yang bertujuan mendorong dan memberi ilmu pada wanita
berkecimpung di dunia programmer.
Sara menilai para perempuan tidak perlu ragu untuk berkecimpung di dunia teknologi informasi. Dia cukup menyayangkan karena menurutnya, mayoritas atau sekitar 91% developer adalah kaum adam.follow twitter programmer yang paling cantik ini @SaraJChipp
http://www.mestiqui.com/2014/
Sara menilai para perempuan tidak perlu ragu untuk berkecimpung di dunia teknologi informasi. Dia cukup menyayangkan karena menurutnya, mayoritas atau sekitar 91% developer adalah kaum adam.follow twitter programmer yang paling cantik ini @SaraJChipp
http://www.mestiqui.com/2014/





